Penulisan Huruf Besar dan Kecil dalam Artikel

www.sxc.hu

Bagi sebagian orang, pemakaian huruf besar dan kecil saat menulis artikel terasa gampang-gampang susah. Sebagian lainnya terlalu cuek untuk mau dipusingkan dengan masalah itu.  Tapi, untuk menjadi penulis artikel yang bagus, tak cukup hanya dengan kaya pengetahuan. Untuk menjadi penulis artikel yang bagus, memperhatikan pemakaian huruf besar dan kecil secara tepat mutlak dilakukan.

Menurut berbagai sumber, inilah beberapa kriteria dalam menggunakan huruf besar dan kecil dalam penulisan artikel.

1.    Untuk mengawali unsur pertama dalam kalimat.
Contohnya: Kakak sedang menulis artikel populer di ruang belajarnya.

2.    Huruf besar atau kapital dipakai untuk mengawali kalimat dalam petikan langsung.
Contoh: Adik menjawab, “Kakak sedang menulis artikel populer di ruang belajarnya.”

3.    Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama nama gelar keturunan, kehormatan dan keagamaan.
Contoh: Haji Muhammad Mansyur, Nabi Ibrahim

4.    Huruf besar dipakai sebagai huruf pertama dalam pengungkapan yang berhubungan dengan Tuhan dan Kitab Suci serta kata ganti Tuhan.
Contoh: Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, anugerah-Nya

5.    Huruf besar dipakai untuk mengawali nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. Bisa juga sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.
Contohnya; Wakil Presiden Boediono, Perdana Menteri Malaysia Mohamad Najib bin Tun Haji Abdul Razak, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian

6.    Huruf besar dipakai untuk mengawali nama suku, bangsa dan bahasa.
Contoh; suku Jawa, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa

7.    Huruf besar dipakai untuk mengawali nama orang.
Contoh; John Bokek, Robert Cahyadi

8.    Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh; Jakarta, Asia Pasifik dan Bukit Barisan, Sulawesi Tengah

9.    Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya dan juga peristiwa sejarah.
Contoh; hari Senin, bulan Januari, tahun Masehi, hari Natal dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

10.    Dipakai untuk mengawali penulisan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta dokumen resmi.
Contoh; Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, Peraturan Presiden Nomor 2013 Tentang Pinjaman Ke Bank

11.    Dipakai dalam bentuk ulang untuk nama badan, lembaga pemerintah dan dokumen resmi.
Contoh; Perserikatan Bangsa Bangsa, Rancangan Undang-Undang Dasar

12.    Dipakai diawal semua kata untuk nama buku, majalah, koran dan judul karangan, kecuali untu [di], [ke], [dari] dan [yang] serta [untuk]untuk.
Contohnya;
Saya sudah membaca Huru Hara Cinta
Dia wartawan Harapan Nusantara
Ibu sedang membaca majalah Luar Angkasa

13.    Dipakai sebagai unsur pertama singkatan nama gelar, pangkat, dan Sapaan. Contoh; Dr (doktor), M.A (Mahkamah Agung), S.S (Sarjana Sastra), Ny (nyonya)

14.    Dipakai untuk kata penunjuk kekerabatan dalam kalimat sapaan, yaitu bapak, ibu, saudara, kakak, adik, tante dan paman.
Contohnya;
“Besok Tante mau belanja dimana?”
“Tolong dihabiskan es krimnya, Dik?”
Catatan; penulisan kata-kata penunjuk kekerabatan itu tidak menggunakan huruf besar jika tidak digunakan dalam kalimat penyapaan.

15.    Huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata ganti.
Contohnya; “Kemana Anda pergi kemarin?”

Itulah 15 poin cara menggunakan huruf besar. Selanjutnya, untuk mematangkan belajar anda menjadi penulis artikel yang bagus, jangan lewatkan artikel berikut.

Pencarian Dari Google:

This entry was posted in Tata Bahasa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>