Macam-Macam Awalan dan Maknanya

Awalan atau prefiks, merupakan salah satu imbuhan yang dibubuhkan pada awal sebuah kata dasar. Proses pembubuhan ini menimbulkan beragam makna, tergantung jenis awalan dan kata yang dilekatinya.

Di artikel terdahulu, Imbuhan dalam Penulisan Artikel, kita mengenal jenis-jenis awalan sebagai berikut; ber-, me-, di-, ke-, per-, pe-, ter-, se-. Sekarang mari kita lihat satu per satu.

Awalan ber-
Berfungsi membentuk kata kerja dari kata asal, seperti kata benda, kata sifat, dan kata kerja sendiri. Lalu, arti yang muncul dari proses pembubuhan awalan ber- adalah;

‘memakai’.
Contohnya: berdasi merah (memakai dasi warna merah), berbusana (memakai busana)

‘mempunyai’.
Contohnya: berjanggut (mempunyai janggut), beruang (mempunyai uang), beristeri (mempunyai isteri)

‘melakukan tindakan untuk diri sendiri’.
Contohnya: bercukur, berhias, bersolek

‘berada dalam keadaan’.
Contohnya: bersenang-senang (dalam keadaan senang), bermalas-malas (dalam keadaan malas)

‘saling’ atau ‘timbal-balik’.
Contohnya: bersalaman (saling salam), bertinju (saling tinju)
Awalan me-
Berfungsi membentuk kata kerja dan mengandung beberapa arti.

‘melakukan tindakan seperti tersebut dalam kata dasar’.
Contohnya: menulis (melakukan tindakan tulis/menulis), menanam (melakukan tindakan tanam/menanam), melompat (melakukan tindakan lompat)

‘mengerjakan dengan alat’.
Contohnya: mengunci (mengerjakan/melakukan sesuatu dengan kunci), membajak (mengerjakan sesuatu dengan bajak), mengetik (mengerjakan sesuatu dengan mesin tik), mengail (mengerjakan sesuatu dengan kail)

‘mencari atau mengumpulkan’.
Contohnya: merotan (mencari atau mengumpulkan rotan), mendamar (mencari atau mengumpulkan damar)

‘berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai’.
Contohnya: membujang (dalam keadaan sebagai bujang/bujangan), menjanda (dalam keadaan sebagai janda), membabi buta (berbuat seperti babi buta)

‘membuat jadi atau menjadi’.
Contohnya: meninggi (menjadi tinggi), menurun (menjadi turun)

Awalan di-
Berfungsi membentuk kata kerja dan menyatakan makna pasif.
Contoh: dipukul, ditendang, diketik, diambil, ditulis, dijemput,

Awalan ke-
Berfungsi membentuk kata benda, kata kerja dan kata bilangan tingkat serta kata bilangan kumpulan.
Contoh: awalan ke- yang membentuk kata benda seperti pada kata kekasih atau ketua

Awalan per-
Berfungsi membantuk kata kerja imperatif. Ada beberapa makna yang muncul dari proses pembubuhan awalan per-

‘membuat jadi’.
Contohnya: perbudak (membuat jadi budak), pertuan (membuat jadi tuan)

‘membuat jadi lebih’.
Contohnya: perkecil (membuat jadi lebih kecil), pertajam (membuat jadi lebih tajam)

‘membagi jadi’.
Contohnya: perempat (membagi jadi empat),

Awalan pe-
Berfungsi membentuk kata benda dan kata kerja, kata sifat, dan kata benda sendiri. Ada beberapa makna yang muncul dari proses pembentukan kata dengan awalan pe-.

‘alat untuk’.
Contohnya: penggali (alat untuk menggali), perasa (alat untuk merasakan), penglihat (alat untuk melihat)

‘orang yang di …’.
Contohnya: petatar (orang yang ditatar), pesuruh (orang yang disuruh)

‘orang yang gemar’.
Contohnya: pemabuk (orang yang gemar mabuk), pecandu (orang yang gemar candu), penjudi (orang yang gemar judi)

‘alat untuk me …’.
Contohnya: penggaris (alat untuk menggaris), pereket (alat untuk merekat), pengukur (alat untuk mengukur)

‘pelaku tindakan seperti tersebut dalam kata dasar’.
Contohnya: penguji (orang yang melakukan uji), penambang (orang yang melakukan tambang), penerjemah (orang yang melakukan terjemah). Contoh lainnya; pemisah, pemirsa, penggubah, penatar dan penyuruh.

Awalan ter-
Berfungsi membentuk kata kerja (pasif) atau kata sifat. Dalam proses ini, ada beberapa arti yang muncul.

‘paling’.
Contohnya: terbaik (paling baik), terkuat (paling kuat), termahal (paling mahal)

‘dapat di’.
Contohnya: terangkat (dapat diangkat), terbeli (dapat dibeli), tertampung (dapat ditampung)

‘dalam keadaan di’.
Contohnya: terikat (dalam keadaan diikat), tertutup (dalam keadaan ditutup)

‘dikenai tindakan secara tak sengaja’.
Contohnya: terpukul, tertinju, terbawa, terseret

Awalan se-
Awalan se- memiliki arti ‘satu’. Contohnya: seekor, seikat, setangkai

Pencarian Dari Google:

This entry was posted in Tata Bahasa and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>